Tampilkan postingan dengan label Menu makanan si kecil ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menu makanan si kecil ^^. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

PURE BUAH

Pisang 
Pisang yang kaya akan potassium merupakan buah pertama yang ideal diperkenalkan ke bayi. Pure pisang bisa meredakan sakit perut dan mengatasi diare. Rasanya manis, creamy, dan menyeimbangkan pure dari buah asam seperti strawberry. Pisang cocok diberikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas. 
Alpukat 
Alpukat kaya omega-3. Membuatnya pun praktis karena tak perlu dimasak. Pure buah ini enak dimakan begitu saja atau bisa Anda campur dengan pure pisang. Pilih alpukat yang masak dan lunak agar tak pahit rasanya. Pure alpukat cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas. 
Mangga 
Buah mangga merupakan buah tropis kaya vitamin A. Sama seperti alpukat, mangga tak perlu dimasak sebelumnya, cukup melumatnya menjadi pure. Pure mangga cocok dipadukan dengan sayuran manis seperti ubi. Pure mangga cocok untuk bayi usia 10 bulan ke atas. 
Pepaya 
Pepaya merupakan buah yang tinggi folat. Tak perlu dimasak, pepaya bisa dilumatkan dan dicampurkan dengan bubur nasi atau pure pisang. Cocok untuk bayi usia 10 bulan ke atas.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Selasa, 24 Maret 2015

Sup Dingin Mangga Anggur

Resep kali ini bernama Sup Dingin Mangga Anggur. Cocok sekali untuk Si Kecil yang usianya 1-2 tahun. Bahan: 
200 gram mangga, 
potong dadu 10 buah anggur hijau, 
belah dua 10 buah anggur merah, keluarkan bijinya, 
belah dua 100 gram pisang ambon, 
potong-potong 50 gram melon jingga, 
potong-potong ½ sdm air perasan jeruk lemon 
1 sdm madu 
300 ml susu cair 
Cara membuat: 
  1. Blender sebagian mangga dengan pisang ambon, melon, air jeruk lemon, madu, dan susu cair hingga lembut. 
  2. Tuang ke dalam 4 buah mangkuk lalu dinginkan di dalam lemari es. 
  3. Dinginkan juga buah anggur merah dan hijau serta sisa mangga. Keluarkan dan nikmati sup mangga dingin dengan taburan anggur merah hijau dan potongan mangga.
Sumber : Zwitsal Baby Corner Share this article :

Sup tahu ayam

Jika Si Kecil sedang terkena flu, coba berikan ia makanan yang sehat dan bergizi seperti Sup Tahu Ayam. Simak resepnya di bawah ini, ya:

Bahan.
• 5 buah tahu putih, potong dadu.
• 100 gram ayam, potong dadu.
• 50 gram brokoli, potong kecil-kecil.
• 50 gram bihun, seduh air panas, tiriskan, potong
• 750 gram air kaldu.
• 1 1/2 sendok teh garam.
• 3 siung bawang putih, cincang.
• ½ buah bawang bombai, cincang.
• 1/2 sendok teh merica bubuk.
• 1/4 sendok teh gula.
• 5 sendok makan minyak goring untuk menumis.

Cara Membuat 
  1. Tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum, masukkan air, didihkan. 
  2. Masukkan brokoli, tahu, ayam, garam, gula, merica bubuk. 
  3. Tambahkan bihun. 
  4. Masak sebentar hingga matang, sajikan. 
Untuk 4 porsi

Sumber : Zwitsal Baby Corner Share this article :

Senin, 23 Maret 2015

Mengenalkan Makanan Baru

Perlu waktu yang tepat untuk mengenalkan makanan baru pada bayi dan tidak semua makanan bisa dikenalkan begitu saja. Ada beberapa makanan yang memiliki rambu-rambu saat mengenalkannya. Bukan hanya usia tepat yang harus diperhatikan, risiko alergi dan cara mengenalkan yang benar juga perlu menjadi catatan. Berikut Ini bahan makanannya: 
  • Madu. Berikan madu pada bayi setelah ia berusia 1 tahun. Bila terlalu cepat diberikan, madu dapat menyebabkan penyakit botulisme, yakni keracunan makanan yang sangat serius. Madu memang terkenal memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan anak seperti meningkatkan kekebalan tubuh, namun demikian kandungan madu bisa berbahaya untuk bayi di bawah usia 1 tahun. 
  • Strawberry. Tunggu hingga usia 1 tahun. Terutama jika terdapat riwayat alergi yang kuat pada keluarga. Pada beberapa bayi, strawberry bisa mengakibatkan ruam akibat keasaman buah. Selain itu strawberry juga bisa mengakibatkan gejala asma dan eksim. Saat mengenalkan strawberry, perlakukan makanan ini seperti mengenalkan makanan baru dengan tetap mengikuti aturan 4 days wait rules. Jika terdapat gejala-gejala alergi seperti pembengkakan pada lidah, bibir atau wajah, ruam kulit, muntah dan diare, segera hentikan dan cari pertolongan. 
  • Selai Kacang. Saat usia 2 tahun. Namun jika Bunda atau suami atau keluarga ada yang memiliki reaksi alergi yang kuat, maka sebaiknya tunggu hingga usia 3 tahun. Kacang menjadi salah satu makanan yang memiliki risiko alergi. 
  • Finger Food merupakan makanan yang dipotong seukuran jari sehingga anak bisa mengambil dan menggenggamnya dengan baik. Kenalkan pada anak sekitar usia 9 bulan, ketika ia mulai bisa mengambil benda dengan cara menjumput menggunakan jarinya. Finger food pertama sebaiknya makanan yang lunak, bisa berupa potongan buah seperti pisang, apel atau pir, sayuran yang matang seperti wortel rebus, kentang rebus atau labu siam yang telah direbus dan pasta rebus yang lunak. 
  • Sereal. Bisa dimulai dari usia 6 bulan. Pilih sereal untuk bayi usia 6 bulan dan harus dihaluskan terlebih dahulu dan sajikan dalam bentuk pure. Pilih sereal tanpa rasa seperti oat. Encerkan oat yang sudah dihaluskan dengan ASIP atau susu formula hingga encer menyerupai ASI. Dengan begitu bayi lebih mudah mencoba makanan baru ini. Untuk bayi yang sudah lebih tua, sereal bisa dikonsumsi tanpa dihaluskan terlebih dahulu sehingga anak bisa merasakan teksturnya. 
  • Sushi. Kenalkan sushi setelah ulang tahun yang pertama. Pilih restoran yang bersih dan bereputasi baik. Atau Bunda juga bisa memilihkan sushi yang sudah melalui proses pemasakan seperti digoreng atau dipanggang. Tidak perlu banyak-banyak saat mencoba, cukup satu potong saja agar anak bisa merekam rasa lezat sushi. 
  • Minum Air Putih. Sebaiknya dikenalkan saat anak mulai belajar makan makanan padat. Saat ini ia butuh lebih banyak cairan untuk membantu mencerna makanan padatnya. Tetap batasi pemberian air putih, cukup 100 cc saja sehari dan bertahap meningkat sesuai dengan usianya. Tapi ketika ia sakit demam atau panas, perlu ekstra air sehingga Bunda bisa memberikan air putih dalam jumlah lebih. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anak. 
  • Crackers dan Bagel. Makanan ini melibatkan gigi untuk mengunyah, karena tekstur makanan ini kasar dan keras. Jadi saat anak sudah cukup memiliki gigi pada usia 1 tahun ia bisa mencoba makanan ini. Tetap cermati dan awasi saat makan bagel dan crackers untuk meminimalkan risiko tersedak, atau gusinya yang belum tumbuh gigi bisa terluka. 


Share this article :

Bakso Kacang Tanah

Sumber protein tidak hanya terdapat pada olahan daging, tapi juga kacang. Bahkan, kacang merupakan sumber protein sehat. Agar anak suka makan olahan kacang, siasati dengan kreatif, salah satunya dengan membuat bakso kacang tanah. 
Bahan 
Bakso: 
* 200 g ayam giling 
* 100 g udang giling 
* 100 g kacang tanah, sangrai, cincang kasar 
* 2 sdm maizena 
* 30 g sohun, rendam, potong-potong 
* 2 lbr jamur kuping, iris halus 
* 100 g wortel, serut panjang 
* 1 btr telur 
* 1/2 sdt garam 
* 1/2 sdt merica bubuk 
* 1 btg seledri, cincang halus Bahan Kaldu: 
* 250 g tulang ayam 
* 2.000 ml air 
* 1 tangkai daun bawang, buat simpul 
* 3 siung bawang putih, goreng lalu haluskan 
* 1 sdt garam (secukupnya) 
* 1 sdt merica bubuk 
* 1 sdt minyak wijen 

Cara Membuat: 
  1. Kaldu: Rebus semua bahan kaldu kecuali minyak wijen hingga mendidih. Keluarkan tulang dan kecilkan api. 
  2. Campur semua bahan bakso, aduk rata. Dengan bantuan sendok buat bola-bola bakso dan masukkan ke dalam kaldu. Sejenak sebelum diangkat masukkan minyak wijen. Aduk dan angkat. 
  3. Sajikan selagi panas.

Share this article :

Puding Jagung Pandan

Jagung kaya akan beta karoten yang bertugas membentuk vitamin A. Puding jagung pandan bisa menjadi pilihan bunda.
Bahan
125 gram jagung manis, sisir, haluskan. 3
50 ml susu cair.
50 gram gula pasir.
1 lembar daun pandan.
1 bungkus agar-agar putih.
¼ sendok teh garam.
½ sendok teh pasta pandan.
Cara membuat

  1. Rebus susu bersama jagung, daun pandan, gula, garam sampai mendidih dinginkan. 
  2. Larutkan agar-agar dengan cairan susu. Masak dengan api kecil hingga mendidih. 
  3. Bagi adonan menjadi 2, yang satu diberi pasta pandan. 
  4. Cetak dalam wadah kecil. Buat lapisan kuning dan hijau. 

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Pure kacang hijau

Bahan: 
• 2 sdm kacang hijau (cuci sampai bersih) 
• 200 cc air 
• 50 cc asi perah atau susu formula 
Cara membuat: 
  1. Siapkan panci, rebus kacang hijau kurang lebih 20 menit dengan api sedang. Angkat. 
  2. Haluskan kacang hijau namun jangan diblender. Selanjutnya, saring supaya kulitnya tidak ikut termakan. 
  3. Tambahkan air rebusan kacang hijau dan asi perah atau susu formula supaya encer dan siap dimakan si kecil. 
Bisa disajikan untuk 1 kali makan.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Puding Roti Pisang untuk 9-12 bln

Pisang ini kulitnya kaya akan vitamin B2, B6 dan vitamin C. Selain itu, pisang juga mengandung zat besi, magnesium, kalsium, selenium dan mineral yang sangat baik untuk bayi.
Bahan 
  • 3 lembar roti tawar gandum. 
  • 2 buah pisang ambon. 
  • 150 cc susu cair. 
  • 50 gram keju parut.
Cara membuat

  1. Hancurkan pisang hingga lembut, tambahkan roti tawar yang sudah disobek-sobek.
  2. Tambahkan susu dan keju. 
  3. Tuang ke dalam mangkuk tahan panas. Kukus selama 10-15 menit.
Untuk 2 porsi Puding roti pisang ini cocok untuk si kecil usia 9-12 bulan.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

“ Pai Sayuran “ untuk sikecil yang berusia 1 tahun ke atas

Bahan: 
Kulit. 
  • 350 gram tepung terigu 
  • 125 gram margarin 
  • 2 butir telur 
Isi. 
  • 50 gram wortel direbus kemudian potong dadu 
  • 50 gram kacang polong beku, seduh 
  • 50 gram brokoli, dicincang halus 
  • 50 gram jamur kancing, dicincang 
  • 200 ml susu cair 
  • 50 gram keju cheddar, parut 
Cara Membuat:
  1. Campurkan semua bahan kulit, uleni hingga kalis. kemudian ratakan. Sediakan loyang pai yang sudah diolesi margarin tipis, sisihkan.
  2. Campurkan bahan isi pai secara merata 
  3. Tuang ke dalam adonan pai isi nya kemudian masukan dalam oven. masaka selama kurang lebih 20 menit / sampai matang dengan suhu180 derajat celcius. Mudahkan bun cara membuatnya. smile emotikon ( Menu ini dapat diberikan untuk si kecil yang berusia 1 tahun keatas) 
 Sumber : Cussons Mum & Me Indonesia Share this article :