Jumat, 27 Maret 2015

Sepatu bayi Part 3

Masih Lanjut belajar bikin sepatu bayi yang bersumber dari teh silvia.
lihat disini "click"
lihat disini "click"
lihat disini "click"
lihat disini "click"


Share this article :

Kamis, 26 Maret 2015

Sepatu Bayi part 2 ^^

Masih Lanjut belajar bikin sepatu bayi yang bersumber dari teh silvia.
lihat disini "klik"
Lihat sini "klik"   
Lihat sini "klik"
Lihat sini "klik"


Share this article :

Rabu, 25 Maret 2015

PURE BUAH

Pisang 
Pisang yang kaya akan potassium merupakan buah pertama yang ideal diperkenalkan ke bayi. Pure pisang bisa meredakan sakit perut dan mengatasi diare. Rasanya manis, creamy, dan menyeimbangkan pure dari buah asam seperti strawberry. Pisang cocok diberikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas. 
Alpukat 
Alpukat kaya omega-3. Membuatnya pun praktis karena tak perlu dimasak. Pure buah ini enak dimakan begitu saja atau bisa Anda campur dengan pure pisang. Pilih alpukat yang masak dan lunak agar tak pahit rasanya. Pure alpukat cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas. 
Mangga 
Buah mangga merupakan buah tropis kaya vitamin A. Sama seperti alpukat, mangga tak perlu dimasak sebelumnya, cukup melumatnya menjadi pure. Pure mangga cocok dipadukan dengan sayuran manis seperti ubi. Pure mangga cocok untuk bayi usia 10 bulan ke atas. 
Pepaya 
Pepaya merupakan buah yang tinggi folat. Tak perlu dimasak, pepaya bisa dilumatkan dan dicampurkan dengan bubur nasi atau pure pisang. Cocok untuk bayi usia 10 bulan ke atas.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

sepatu bayi ^^

Gelap banget hari ini.. kayanya mau ujan gede..
Dari pada deim dan bosan dg kerjaan. mending curi waktu dulu buat refrshing dengan browsing cara bikin sepatu bayi.. Ni saya nemuin macam-macam sepatu bayi, ini bersumber dari teh silvia. Mudah-mudahan bermanfaat buat semuanya ya ^^
 klik polanya disini ^^
klik polanya disini
caranya disini klik^^


Share this article :

Selasa, 24 Maret 2015

Hindari Hal Ini Saat Memandikan Bayi


  1. Jangan pernah meninggalkan si kecil dalam bak mandi tanpa pengawasan orang dewasa, bahkan kalau si kecil sudah bisa duduk dan walaupun Bunda hanya meninggalkannya selama beberapa saat. 
  2. Jangan memandikan si kecil saat ia baru makan atau menyusui, atau saat si kecil sedang lapar atau lelah. 
  3. Jangan lupa mengecek suhu air mandi sebelum memasukkan si kecil ke dalam bak mandi. 
  4. Jangan menggunakan produk kecantikan orang dewasa untuk memandikan si kecil. Kulit bayi yang lebih sensitif tidak cocok menggunakan produk pembersih seperti orang dewasa. 
  5. Jangan menggosok kulit si kecil terlalu keras dengan sabun. 
  6. Jangan menggunakan terlalu banyak sabun, terutama kalau si kecil rentan mengalami eczema, yaitu kulit kering kemerahan yang biasanya terdapat di dada, lengan, kaki, wajah, sikut, dan belakang lututnya. 
  7. Jangan memandikan si kecil di bak mandi kalau tali pusarnya belum puput. Bayi yang belum puput tali pusatnya cukup dibasuh dengan lap yang telah dibasahi dengan air hangat saja. 
  8. Jangan membersihkan area popok bayi perempuan dari arah belakang ke depan. Sebaliknya, area popok bayi perempuan harus dibersihkan dari arah depan ke belakang.
Sumber : Zwitsal Baby Corner Share this article :

Melindungi Kesehatan Mata si Kecil

Kebanyakan bayi terlahir dengan mata yang sehat. Tapi, masalah pada penglihatan bayi juga bisa muncul sejak dini. Maka dari itu, orang tua harus waspada terhadap tanda masalah penglihatan pada anak serta melindungi kesehatan matanya untuk menghindari masalah penglihatan hingga anak dewasa. Masalah penglihatan pada bayi bisa menyebabkan masalah pada perkembangannya, lho. Untuk menjaga kesehatan mata si kecil, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan, yaitu: 
  1. Perhatikan hal yang bisa menjadi gejala masalah penglihatan pada anak, di antaranya:  Keluar air mata secara berlebihan. Kesulitan untuk membuka mata pada usia di atas 3 bulan. Kelopak mata yang merah dan membengkak. Kotoran mata berwarna kekuningan atau kehijauan dalam jumlah banyak, terutama di pagi hari. Sensitif terhadap cahaya. Pupil mata berwarna putih. Salah satu mata berukuran lebih besar daripada yang lainnya atau juling. Kalau si kecil mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segeralah berkonsultasi pada dokter. 
  2. Lindungi mata anak dari sinar matahari. Mata bayi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari dibandingkan orang dewasa. Karena itu, lindungi matanya dari sinar matahari dengan penggunaan topi ataupun kacamata hitam untuk bayi.
  3. Periksakan mata anak sejak dini. Pemeriksaan mata saat bayi berusia 6 bulan perlu dilakukan walaupun si kecil tidak mengalami gejala yang menunjukkan masalah pada penglihatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan mata si kecil berfungsi dan berkembang dengan sempurna.
  4. Konsumsi makanan bergizi sejak kehamilan dan berikan nutrisi yang cukup pada anak. Makanan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan mata di antaranya adalah buah, sayuran, kacang-kacangan, serta ikan seperti salmon dan tuna. Sedangkan nutrisi yang dibutuhkan mata adalah vitamin C, vitamin E, zinc, asam lemak Omega 3, dan lutein. 
  5. Berikan mainan yang mendukung perkembangan kemampuan penglihatan si kecil, misalnya kerincingan berwarna cerah, gantungan musik yang diletakkan di atas boks bayi, serta mainan lain dengan warna cerah yang kontras tapi tidak memiliki ujung tajam yang bisa melukainya.
  6. Lindungi mata si kecil dari shampoo yang terlalu keras dengan menggunakan shampoo tidak pedih di mata. Salah satu produk yang bisa Bunda gunakan adalah Zwitsal Shampoo tidak pedih di mata yang aman bagi bayi. Selain melindungi penglihatan si kecil, shampoo tidak pedih di mata juga akan membuat acara mandi dan keramas jadi lebih menyenangkan. 
Masalah penglihatan yang terjadi sejak kecil dan tidak segera ditangani bisa mempengaruhi proses belajarnya juga, terutama kalau ia telah memasuki usia sekolah. Masalah penglihatan yang tidak terdeteksi pada anak usia sekolah bisa menghambat proses belajar membaca dan menulis. Jadi, ayo lindungi mata si kecil sejak dini!


Share this article :

Sup Dingin Mangga Anggur

Resep kali ini bernama Sup Dingin Mangga Anggur. Cocok sekali untuk Si Kecil yang usianya 1-2 tahun. Bahan: 
200 gram mangga, 
potong dadu 10 buah anggur hijau, 
belah dua 10 buah anggur merah, keluarkan bijinya, 
belah dua 100 gram pisang ambon, 
potong-potong 50 gram melon jingga, 
potong-potong ½ sdm air perasan jeruk lemon 
1 sdm madu 
300 ml susu cair 
Cara membuat: 
  1. Blender sebagian mangga dengan pisang ambon, melon, air jeruk lemon, madu, dan susu cair hingga lembut. 
  2. Tuang ke dalam 4 buah mangkuk lalu dinginkan di dalam lemari es. 
  3. Dinginkan juga buah anggur merah dan hijau serta sisa mangga. Keluarkan dan nikmati sup mangga dingin dengan taburan anggur merah hijau dan potongan mangga.
Sumber : Zwitsal Baby Corner Share this article :

Sup tahu ayam

Jika Si Kecil sedang terkena flu, coba berikan ia makanan yang sehat dan bergizi seperti Sup Tahu Ayam. Simak resepnya di bawah ini, ya:

Bahan.
• 5 buah tahu putih, potong dadu.
• 100 gram ayam, potong dadu.
• 50 gram brokoli, potong kecil-kecil.
• 50 gram bihun, seduh air panas, tiriskan, potong
• 750 gram air kaldu.
• 1 1/2 sendok teh garam.
• 3 siung bawang putih, cincang.
• ½ buah bawang bombai, cincang.
• 1/2 sendok teh merica bubuk.
• 1/4 sendok teh gula.
• 5 sendok makan minyak goring untuk menumis.

Cara Membuat 
  1. Tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum, masukkan air, didihkan. 
  2. Masukkan brokoli, tahu, ayam, garam, gula, merica bubuk. 
  3. Tambahkan bihun. 
  4. Masak sebentar hingga matang, sajikan. 
Untuk 4 porsi

Sumber : Zwitsal Baby Corner Share this article :

permainan Ciluk baa..

Ternyata, Ini Lho Alasan Ilmiah Mengapa Anak-Anak Suka Main "Cilukba" Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap beberapa bayi dengan mengobservasi senyuman, tawa dan bagaimana alis mereka terangkat saat orang tua memainkan 'cilukba', ternyata, permainan ini dianggap penuh dengan trik yang tiba-tiba dilakukan orang tua, misalnya saat menutup mata, kemudian mengagetkan bayi dengan 'baa!'. Mimik orang tua yang tiba-tiba mengagetkannya, merupakan hal yang menarik bagi bayi. 
Bayi mulai belajar memahami bahwa keberadaaan benda dan orang tetaplah ada sekalipun ia tidak bisa melihatnya. Hal ini disebut 'object permanence'. Selain itu, permainan ini juga mengajarkan bayi untuk mengendalikan rasa takut saat berjauhan dari sang ibu. Tak hanya itu, permainan cilukba ini pun juga menarik bagi bayi karena ia dapat mengenal berbagai macam warna suara orang saat becanda dengannya. Wah, menarik juga ya. Tak heran anak-anak suka sekali digoda dengan permainan ini. 
Tentunya selain alasan-alasan di atas, permainan sederhana seperti cilukba ini dapat mengakrabkan anak dan orang tua dibandingkan dengan permainan-permainan masa kini yang semakin canggih.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Muntah itu Wajar pada Bayi

Beberapa orang tua, terutama ibu baru, mungkin khawatir ketika bayinya mengeluarkan kembali susu yang baru saja diminumnya. Bunda tidak perlu mengkhawatirkannya karena muntah merupakan hal yang biasa dialami bayi. 
Semua bayi terkadang muntah setelah makan, dan mereka biasanya tidak membutuhkan pengobatan refluks. Menurut seorang dokter di sebuah rumah sakit anak di New York, otot-otot tidak sadar bayi tumbuh bertambah kuat, termasuk yang menampung susu di dalam perutnya. 
Bayi yang minum susu formula lebih sering muntah karena susu formula membutuhkan waktu lebih lama meninggalkan perut dibandingkan ASI. Bayi-bayi yang menyusu dari botol dapat juga minum berlebihan karena mereka akan terus menyedot (dan minum lebih banyak) bahkan setelah mereka kenyang: menyusui dapat membantu seorang bayi minum dalam jumlah yang cukup pada saat dia harus menyusu. Kebanyakan bayi berhenti muntah setelah mereka bisa duduk tegak tanpa bantuan. Selama bayi Anda senang dan bertambah berat badannya, Anda tidak perlu khawatir. Namun bila dia terlihat tertekan ketika muntah, segera konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk tahap selanjutnya.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Tanda Si Kecil Mencintai Bunda

Ya, si kecil amat-sangat mencintai Bunda meski dia belum bisa mengucapkan, “Aku sayang Mama!” Bunda mungkin tidak menyadari tanda-tanda cinta yang diungkapkan oleh anak anak. Tenang, kami sudah merangkum beberapa tanda cinta anak kepada orang tuanya. 
  • Bayi Bunda menatap lekat wajah Bunda.Jarak pandang bayi baru lahir hanya sekitar 25cm, tapi ini adalah jarak yang cukup baginya untuk mengamati wajah Bunda saat Bunda menyusuinya. Sebenarnya, dia sedang berusaha keras untuk menghapal wajah Bunda. Dia belum bisa memahami berbagai hal di dunia, tapi dia tahu bahwa Bunda adalah sosok penting baginya. 
  • Bayi bisa memikirkan Bunda ketika Bunda tidak berada di sisinya. Usia 8-12 bulan, bayi akan mengernyitkan mukanya dan berusaha mencari sosok Bunda ketika Bunda meninggalkan ruangan. Dan, dia akan tersenyum saat melihat Bunda datang. 
  • Batita Bunda mendadak tantrum. Batita yang sedang tantrum memang sedikit membuat Bunda kesal, tapi itulah caranya mencari perhatian Bunda. Dia melakukannya karena dia ingin Bunda tahu ada hal-hal yang membuatnya kecewa. 
  • Batita Bunda langsung berlari menuju Bunda saat dia terjatuh atau merasa sedih.Anak berusia di bawah 3 tahun belum paham betul arti kata sayang. Mereka menunjukkannya dengan tindakan. 
  • Balita Bunda memberi setangkai bunga yang dia petik dari kebun, gambar hati dari cat air, batu berbentuk unik yang ditemukannya di pinggir jalan, atau hadiah sederhana lainnya yang sarat makna.
Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Ajarkan Si Kecil Mengenal Anggota Tubuhnya

Ajak Bermain 
Bermain bersama si Kecil sebenarnya tidak harus dengan permainan mahal, kok. Cara mudahnya, bisa lewat bernyanyi dan bermain tebak-tebakan. Misalnya, dengan aksi seolah-olah sedang mengunyah makanan lalu berkata, "Kalau makan pakai apa?" Lalu, biarkan si Kecil menjawab, “Mulut!” Setelah beberapa minggu bermain sambil belajar seperti itu, coba lakukan tes kecil dengan bertanya, "Bagian tubuh mana yang kamu pakai untuk berjalan?" atau, “Kalau menulis pakai tangan yang mana?” 
Aplikasikan Dalam Aktivitas Sehari-hari 
Agar si Kecil lebih cepat menghafal nama anggota tubuhnya, coba pelan-pelan kenalkan dia lewat aktivitas sehari-hari. Misalnya, saat menjelang makan siang, Bunda bisa berkata kepadanya, “Perut Ibu sudah lapar. Yuk, kita makan bersama!” sambil mengusap-usap perut, atau, saat sedang mandi, Bunda bisa memberi penjelasan seperti, “Sekarang, rambut kamu Bunda bersihkan, ya.” dan “Ayo, coba jari kamu Bunda bersihkan pakai sabun dulu.” Jadi, si Kecil bisa terbiasa mendengar nama-nama bagian tubuhnya itu. 
Jangan Bosan Mengulang 
Bunda jangan bosan untuk terus mengulang kata-kata yang ingin Bunda ajarkan kepada si kecil. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Jessica Hourst dari Sussex University, setiap pengulangan saat bermain, si Kecil sebenarnya terus mendapatkan informasi yang memudahkannya mengingat hal-hal baru yang diajarkan. Yang terpenting, tetaplah sabar dan konsisten melakukan hal tersebut serta berikan pujian setiap kali si Kecil berhasil menghafal nama anggota tubuhnya.

Share this article :

Senin, 23 Maret 2015

Mengenalkan Makanan Baru

Perlu waktu yang tepat untuk mengenalkan makanan baru pada bayi dan tidak semua makanan bisa dikenalkan begitu saja. Ada beberapa makanan yang memiliki rambu-rambu saat mengenalkannya. Bukan hanya usia tepat yang harus diperhatikan, risiko alergi dan cara mengenalkan yang benar juga perlu menjadi catatan. Berikut Ini bahan makanannya: 
  • Madu. Berikan madu pada bayi setelah ia berusia 1 tahun. Bila terlalu cepat diberikan, madu dapat menyebabkan penyakit botulisme, yakni keracunan makanan yang sangat serius. Madu memang terkenal memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan anak seperti meningkatkan kekebalan tubuh, namun demikian kandungan madu bisa berbahaya untuk bayi di bawah usia 1 tahun. 
  • Strawberry. Tunggu hingga usia 1 tahun. Terutama jika terdapat riwayat alergi yang kuat pada keluarga. Pada beberapa bayi, strawberry bisa mengakibatkan ruam akibat keasaman buah. Selain itu strawberry juga bisa mengakibatkan gejala asma dan eksim. Saat mengenalkan strawberry, perlakukan makanan ini seperti mengenalkan makanan baru dengan tetap mengikuti aturan 4 days wait rules. Jika terdapat gejala-gejala alergi seperti pembengkakan pada lidah, bibir atau wajah, ruam kulit, muntah dan diare, segera hentikan dan cari pertolongan. 
  • Selai Kacang. Saat usia 2 tahun. Namun jika Bunda atau suami atau keluarga ada yang memiliki reaksi alergi yang kuat, maka sebaiknya tunggu hingga usia 3 tahun. Kacang menjadi salah satu makanan yang memiliki risiko alergi. 
  • Finger Food merupakan makanan yang dipotong seukuran jari sehingga anak bisa mengambil dan menggenggamnya dengan baik. Kenalkan pada anak sekitar usia 9 bulan, ketika ia mulai bisa mengambil benda dengan cara menjumput menggunakan jarinya. Finger food pertama sebaiknya makanan yang lunak, bisa berupa potongan buah seperti pisang, apel atau pir, sayuran yang matang seperti wortel rebus, kentang rebus atau labu siam yang telah direbus dan pasta rebus yang lunak. 
  • Sereal. Bisa dimulai dari usia 6 bulan. Pilih sereal untuk bayi usia 6 bulan dan harus dihaluskan terlebih dahulu dan sajikan dalam bentuk pure. Pilih sereal tanpa rasa seperti oat. Encerkan oat yang sudah dihaluskan dengan ASIP atau susu formula hingga encer menyerupai ASI. Dengan begitu bayi lebih mudah mencoba makanan baru ini. Untuk bayi yang sudah lebih tua, sereal bisa dikonsumsi tanpa dihaluskan terlebih dahulu sehingga anak bisa merasakan teksturnya. 
  • Sushi. Kenalkan sushi setelah ulang tahun yang pertama. Pilih restoran yang bersih dan bereputasi baik. Atau Bunda juga bisa memilihkan sushi yang sudah melalui proses pemasakan seperti digoreng atau dipanggang. Tidak perlu banyak-banyak saat mencoba, cukup satu potong saja agar anak bisa merekam rasa lezat sushi. 
  • Minum Air Putih. Sebaiknya dikenalkan saat anak mulai belajar makan makanan padat. Saat ini ia butuh lebih banyak cairan untuk membantu mencerna makanan padatnya. Tetap batasi pemberian air putih, cukup 100 cc saja sehari dan bertahap meningkat sesuai dengan usianya. Tapi ketika ia sakit demam atau panas, perlu ekstra air sehingga Bunda bisa memberikan air putih dalam jumlah lebih. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anak. 
  • Crackers dan Bagel. Makanan ini melibatkan gigi untuk mengunyah, karena tekstur makanan ini kasar dan keras. Jadi saat anak sudah cukup memiliki gigi pada usia 1 tahun ia bisa mencoba makanan ini. Tetap cermati dan awasi saat makan bagel dan crackers untuk meminimalkan risiko tersedak, atau gusinya yang belum tumbuh gigi bisa terluka. 


Share this article :

11 Penyakit Bayi Baru

Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar Bunda tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada. 
  1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea. 
  2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen. 
  3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar. 
  4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang. 
  5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah? 
  6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu. 
  7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn). 
  8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga. 
  9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan. 
  10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti. 
  11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.
Penyakit-penyakit tersebut di atas memang biasa dan mungkin terjadi pada bayi Bunda sejak lahir hingga usia-usia tertentu. Tidak perlu panik, tapi jika kondisi semakin parah dan Bunda harus waspada, sebaiknya segera bawa ke dokter.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

3 Posisi Menyusui yang Tepat untuk Cegah Puting Lecet

Untuk Bunda menyusui yang mengalami masalah puting lecet, berikut tips yang bisa dipraktikkan agar menyusui memberikan rasa nyaman bagi Si Ibu dan bayi. 
• Nah, bagi Bunda yang baru pertama kali menyusui dan belum memiliki pengalaman, sebaiknya memilih posisi cradle hold.Caranya gendong bayi tepat di depan perut dan usahakan agar tubuh bayi menempel dengan perut Bunda. Kalau menyusui bayi di payudara sebelah kanan maka Bunda bisa menyangga bayi dengan menggunakan tangan kanan. Usahakan untuk memilih kursi yang berlengan untuk menyangga lengan Bunda. Nah, agar Bunda tidak merasa letih dan pegal saat menyusui, sebaiknya tambahkan bantal di pangkuan. 
• Posisi lainnya yang hampir sama adalah dengan cross cradle hold. Bedanya, kalau Bunda menyusui di posisi payudara kanan maka Bunda menggunakan lengan kiri untuk menyangga tubuh dan kepala bayi. Posisi menyilang membuat bayi lebih menempel dengan tubuh Bunda. 
• Bisa juga Bunda mencoba posisi lain, football hold dengan memegang bayi di samping tubuh dan menyangga dengan siku. Hadapkan kepala bayi tepat di depan payudara Bunda dengan menggunakan tangan yang terbuka. Selama menyusui Bunda bisa membantu memegang payudara agar payudara tidak menutupi wajah bayi. Dua posisi ini bisa dipraktikkan dengan nyaman oleh Bunda yang melahirkan dengan persalinan normal. 
• Lantas, bagaimana dengan Bunda yang melahirkan melalui persalinan caesar? Jangan khawatir, untuk Bunda dengan persalinan caesar, sangat disarankan untuk memakai posisi side lying hold. Caranya berbaringlah dan baringkan bayi di sisi Bunda, kemudian hadapkan bayi ke arah payudara Bunda sampai bibir bayi menyentuh puting dengan benar. Posisi yang tepat saat menyusui akan membuat Bunda merasa nyaman, tidak mengalami rasa sakit punggung, bahu dan payudara tidak nyeri karena bayi menempel payudara dengan benar.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Bakso Kacang Tanah

Sumber protein tidak hanya terdapat pada olahan daging, tapi juga kacang. Bahkan, kacang merupakan sumber protein sehat. Agar anak suka makan olahan kacang, siasati dengan kreatif, salah satunya dengan membuat bakso kacang tanah. 
Bahan 
Bakso: 
* 200 g ayam giling 
* 100 g udang giling 
* 100 g kacang tanah, sangrai, cincang kasar 
* 2 sdm maizena 
* 30 g sohun, rendam, potong-potong 
* 2 lbr jamur kuping, iris halus 
* 100 g wortel, serut panjang 
* 1 btr telur 
* 1/2 sdt garam 
* 1/2 sdt merica bubuk 
* 1 btg seledri, cincang halus Bahan Kaldu: 
* 250 g tulang ayam 
* 2.000 ml air 
* 1 tangkai daun bawang, buat simpul 
* 3 siung bawang putih, goreng lalu haluskan 
* 1 sdt garam (secukupnya) 
* 1 sdt merica bubuk 
* 1 sdt minyak wijen 

Cara Membuat: 
  1. Kaldu: Rebus semua bahan kaldu kecuali minyak wijen hingga mendidih. Keluarkan tulang dan kecilkan api. 
  2. Campur semua bahan bakso, aduk rata. Dengan bantuan sendok buat bola-bola bakso dan masukkan ke dalam kaldu. Sejenak sebelum diangkat masukkan minyak wijen. Aduk dan angkat. 
  3. Sajikan selagi panas.

Share this article :

Puding Jagung Pandan

Jagung kaya akan beta karoten yang bertugas membentuk vitamin A. Puding jagung pandan bisa menjadi pilihan bunda.
Bahan
125 gram jagung manis, sisir, haluskan. 3
50 ml susu cair.
50 gram gula pasir.
1 lembar daun pandan.
1 bungkus agar-agar putih.
¼ sendok teh garam.
½ sendok teh pasta pandan.
Cara membuat

  1. Rebus susu bersama jagung, daun pandan, gula, garam sampai mendidih dinginkan. 
  2. Larutkan agar-agar dengan cairan susu. Masak dengan api kecil hingga mendidih. 
  3. Bagi adonan menjadi 2, yang satu diberi pasta pandan. 
  4. Cetak dalam wadah kecil. Buat lapisan kuning dan hijau. 

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Ajarkan Kejujuran Pada Anak Sejak Usia Dini

Kejujuran adalah nilai kehidupan mendasar yang paling penting yang harus diajarkan pada anak sejak ia kecil. Mengajarkan anak untuk berkata, bersikap dan berperilaku jujur akan menjadi pembelajaran yang berguna untuk kehidupannya kelak. Sebab penanaman ilmu sejak dini umumnya akan cenderung lebih mudah diserap anak dan ditanamkan hingga mereka dewasa sehinga menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Cara terbaik untuk melatih kejujuran anak adalah dengan mencontohkan kejujuran tersebut dimulai dari diri orang tua itu sendiri. Jangan pernah mengharapakan si Kecil memiliki sikap yang jujur bila setiap saat orangtua selalu menyuguhkan ketidak jujuran pada anaknya. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengajarkan sikap jujur atau kejujuran pada anak adalah dengan tidak bereaksi berlebihan bila si Anak berbohong terhadap Anda. Bereaksilah sewajarnya dan bantu anak untuk menemukan keberanian mengatakan kebenaran. Anak tahu jika kebohongan telah membuat Bunda kecewa, namun apabila reaksi yang Bunda berikan terlalu berlebihan, maka hal ini akan cenderung membuat anak ketakutan untuk berbicara yang sebenarnya. 
Nah, selain dua poin tersebut, di bawah ini ada pula beberapa tips lain yang bisa dilakukan untuk mengajarkan kejujuran terhadap anak sejak usia dini. 
  1. Terapkan Dalam Kehidupan Sehari-Hari Penjelasan teori atau cerita mengenai kejujuran saja tidak cukup untuk menumbuhkan sikap kejujuran pada anak, hal ini perlu juga dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab anak-anak akan membutuhkan sesuatu yang nyata dalam pandangan mereka, sehingga teori mengenai kejujuran tidak akan lagi nampak abstrak untuk mereka. Untuk itu, mulailah menerapkan sikap dan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari, seperti menerapkannya dalam ucapan atau kalimat dalam kehidupan sehari-hari. Tentu, apa yang diucapkan harus konsekuen dengan apa yang diperbuat. Sebab, kadang-kadang justru kalimat inilah yang sulit untuk dipegang. Nah, disinilah sebagai orangtua kita perlu belajar banyak dalam hal ini.
  2. Berikan Pengetahuan dan Keyakinan Bahwa Tuhan Maha Melihat Kenalkan anak pada keyakinan bahwa dimanapun mereka berada kapanpun mereka berbohong meski tanpa diketahui orang lain masih ada tuhan Yang Maha Melihat segalanya yang akan selalu mencatat setiap perilaku buruk yang mereka lakukan. Nah, lantas bagaimana orangtua bisa mengetahui anak-anaknya tetap berperilaku jujur atau tidak meski berada di luar rumah? Percayalah Bunda , ketika kita menitipkan anak-anak kita pada sang Pemilik Hidup ketika anak-anak jauh dari jangkauan kita, maka apa yang dilakukannya diluar jangkauan prinsip kita pasti akan ditunjukannya pada kita. Misalkan ketika anak menyembunyikan sesuatu dalam tasnya, seolah secara tiba-tiba kita merasa ingin memeriksa tasnya dan menemukan apa yang mereka sembunyikan dari kita. 
  3. Berikan Pemahaman Bahwa 'Jujur Itu Nikmat' Ada serangkaian kejujuran yang akan terasa nikmat namun kenikmatannya itu tidak dapat secara langsung kita nikmati. Hal ini penting sekali diajarkan kepada anak sejak dini. Ajarkan anak untuk selalu mendahulukan perilaku kejujuran sebab kejujuran akan mengantarkan mereka pada kehidupan yang tenang dan damai tanpa dihantui rasa bersalah. 
Demikian beberapa tips mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini. Anak-anak yang dibekali dengan perilaku dan sikap yang jujur akan melahirkan generasi penerus bangsa yang senantiasa selalu membawa nilai-nilai kebaikan pada orang-orang sekitarnya

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Cara melatih si kecil berbicara

Usia Balita memang bukan usia dewasa, tapi bukan berarti berbicara dengan balita harus menggunakan kata-kata yang pelafalannya dibuat cadel. Ajak anak balita Bunda bicara bahasa yang baik dan benar. Karena, ia akan merekam setiap kata yang Bunda ucapkan, sebagai bentuk belajarnya. Semakin sering Bunda mengajak balita berbicara, semakin cepat ia akan menguasai banyak kata. Kemampuan balita untuk meniru dan menyerap cara berbicara orangtuanya, berbeda-beda antara balita yang satu dengan yang lainnya. Ada balita yang dengan cepat belajar dan dapat lancar berbicara, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar. Tapi, tak perlu khawatir, berikut 12 cara yang dapat dilakukan orangtua:
  1. Sesering mungkin, ajaklah balita Bunda berbicara seakan dirinya sudah mampu merespon Bunda. Perhatikan raut wajah balita dan tunjukkan ketertarikan, saat balita Bunda menggumam tidak jelas. 
  2. Buat balita Bunda merasa percaya diri untuk berbicara, hindari terus-menerus membetulkan kata-katanya yang masih salah. Lakukan sesekali saja. 
  3. Saat balita Bunda dapat mengucapkan kata-kata dengan tepat, berikan pujian atau afirmasi bahwa yang dikatakannya sudah tepat. 
  4. Berbicaralah sambil menunjukkan sesuatu, agar balita lebih mudah menangkap maksud Bunda. Contohnya, saat Bunda memintanya mengucapkan “lepas sepatu” lakukan sambil melepaskan sepatu balita Bunda. Letakkan piring di meja sambil berkata “saatnya makan”, biarkan balita belajar melalui tanda sembari belajar mengucapkan kata-katanya.
  5. Selalu penggil nama balita Bunda terlebih dahulu, sebelum mengajaknya berbicara. 
  6. Selalu berikan jeda untuk balita menjawab atau merespon perkataan Bunda, hal ini akan menjadi kesempatan berlajar yang baik untuknya. 
  7. Ajak balita Bunda mengunjungi tempat baru yang membuatnya dapat belajar hal-hal baru, dari apa yang dilihatnya di sekitarnya
  8. Ulang kembali perkataan yang dikeluarkan balita Bunda dengan ejaan yang tidak jelas, namun ucapkan pengejaan benarnya agar balita Bunda terus belajar bagaimana mengucapkannya dengan tepat. 
  9. Sederhanakan kata-kata Bunda, agar balita menangkap apa yang paling penting. 
  10. Saat mengajaknya berbicara, matikan suara-suara lain seperti televisi atau radio, agar tidak mengganggu konsentrasi balita belajar berbicara. 
  11. Mainkan permainan yang mengharuskan balita untuk mendeskripsikan sesuatu, agar balita dapat berimajinasi dan menceritakan imajinasinya. Jenis permainan lain yang dapat dicoba adalah, belajar membaca bersama, mengucapkan suara-suara binatang, serta menyanyikan lagu-lagu yang berirama senada agar balita lebih mudah belajar. 
  12. Cobalah mengajak balita Bunda keluar saat hari cerah, dan ajak dirinya mendegarkan suara-suara di alam sekitar. Setelahnya, mintalah balita Bunda untuk mengidentifikasi suara-suara apa saja yang ada di sekitarnya dan yang berhasil ditangkapnya. Orangtua juga dapat bercerita mengenai angin dan suaranya, pepohonan, nyanyian burung-burung atau suara ketukan kaki kuda
Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Kenali Tipe Si Kecil Dari Cara Bergaulnya

  • Si Kecil dengan tipe easy child atau anak yang mudah, bila ditaruh semenit saja di suatu lingkungan baru, dia sudah cepat dekat dengan orang-orang yang ada di lingkungan tersebut dan tidak merasa takut dengan orang-orang disekitarnya. Bahkan mungkin si Kecil akan berinsiatif terlebih dulu menyapa, berkenalan, mengajak bicara, dan sebagainya. 
  • Ada juga tipe yang slow to warm. Kebanyakan anak umumnya tipenya seperti ini. Jadi si Kecil butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan dengan lingkungan barunya. Ketika berada di suatu tempat ia tidak langsung bisa berteman. Umumnya si Kecil akan mengamati dan mengenali situasi lingkungan di sekelilingnya, sekitar 10-30 menit. Jadi si Kecil butuh waktu dan setelah itu barulah ia kenal dengan 1-2 anak, misalnya. 
  • Tipe ketiga yaitu difficult child, anak yang sulit. Jika seharian dia ditaruh bermain di taman, misalnya, bisa jadi sampai seharian pun tak ada satupun teman yang dikenalnya atau dia tidak bermain dengan anak-anak lainnya, tetap saja dia main sendiri di taman tersebut. Bila si Kecil baru masuk sekolah, misalnya, tipe difficult child ini bisa sampai satu minggu belum juga mempunyai teman, dan susah berteman dengan anak-anak lain di sekolahnya. Anak dengan tipe ini butuh waktu penyesuaian diri yang lebih lama dari anak yang easy child dan slow to warm.
Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Pemakaian Bedak Pada Bayi

Untuk bayi baru lahir sebaiknya Bunda tidak perlu memberi bedak tabur di seluruh tubuh si kecil usai mandi. Resiko terhirup serbuk halus dari bedak tabur akan masuk paru -paru dan mengganggu pernafasan bayi. Bila Bunda memang ingin memberi bedak , cukup usap tipis dengan spons pada daerah lipatan paha, lipatan bawah lutut, ketiak, dan leher. Jaga kebersihan saat bayi mandi dengan menyabuni daerah ketiak dan lipatan leher dengan cermat. Akan lebih baik jika bayi setiap selesai mandi kulit bayi tidak diberi bedak tabur atau talk sama sekali. 
Perawatan bayi usai buang air kecil dan buang air besar dengan menabur bedak di pantat atau alat kelamin tidak direkomendasikan lagi. Menabur bedak justru akan menumpuk kotoran pada daerah alat kelamin bayi dan mudah terjadi lecet atau iritasi. Pori-pori kulit bayi masih sangat sensitif dan perlu sirkulasi udara terutama di daerah pantat dan alat kelamin yang tertutup. Setiap bayi buang air kecil atau buang air besar cukup bersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. 

Share this article :

PEMBERIAN SUSU UHT & SUSU KENTAL MANIS PADA ANAK

Banyak Bunda yang mungkin bertanya-tanya tentang manfaat susu UHT dan susu kental manis bagi anak di bawah usia dua tahun. Terlebih lagi bila susu yang dikonsumsi memiliki rasa seperti cokelat, stroberi dan vanila. 
Menurut ahli nutrisi Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, MS., MCN., Ph.D., SpGK, susu UHT boleh diberikan untuk anak-anak yang berusia satu tahun ke atas asal tidak menyebabkan diare. Pemberian yang dianjurkan adalah 2-3 gelas sehari (1 gelas 250 ml) atau sesuai dengan kebutuhan anak. Susu UHT yang diberikan sebaiknya yang tanpa rasa. Biasanya, susu UHT cokelat atau stroberi tidak menggunakan bahan asli tetapi menggunakan flavor buatan yang tidak baik bagi batita. 
Selain itu, dalam jumlah besar, cokelat dapat menghambat penyerapan kalsium dari susu tersebut. Namun, bila dibandingkan dengan susu formula, maka pemberian susu UHT jauh lebih baik karena berasal dari susu sapi segar asli yang mengalami proses pemanasan sehingga lebih terjamin kualitasnya. 
Susu kental manis sebaiknya diberikan untuk anak-anak berusia di atas tiga tahun. Hal ini berarti susu kental manis tidak diperbolehkan untuk anak di bawah usia 3 tahun karena sebagian besar komposisi dari susu kental manis adalah gula (90 % gula dan hanya 10 % susu sapi segar). Gula dalam susu kental manis dapat menyebabkan diare pada anak-anak, terutama jika anak tersebut tidak tahan terhadap susu tersebut

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Mengatasi demam si kecil

  1. Tingkatkan pemberian ASI  
  2. Demam yang terjadi pada bayi memang sangat sulit untuk diidentifikasi apakah demam yang normal atau demam yang menandakan adanya perubahan yang abnormal. Salah satu yang dibutuhkan bayi selama demam adalah nutrisi dan imunitas, sedangkan dalam air susu ibu terdapat nutrisi dan imun yang alami untuk bayi Bunda. Selain itu, pemberian ASI akan meningkatkan keinginan buang air kecil pada bayi yang dapat meringankan demam dikarenakan cairan yang cepat tergantikan.
  3. Kompres bayi dengan menggunakan air;
  4. Dalam menurunkan suhu tubuh sebaiknya menggunakan kompresan air hangat. Bunda dapat meletakan kompresan pada dahi si Baby. Gunakan handuk kecil dengan menggunakan air hangat yang tidak jauh berbeda dengan suhu tubuh bayi, karena dikhawatirkan bila terlalu dingin akan mengakibatkan badan bayi yang menggigil. Bunda dapat mengompres selama 30 menit.&nbsp
  5. Gunakan humidifier
  6. Humadifier adalah alat yang akan membantu menangani hidung bayi yang tersumbat. Humidifier dapat dibeli di apotek terdekat. Akan tetapi, dalam menggunakannya sebaiknya hati-hati dan jangan terlalu dekat dengan bayi, apalagi bila dilakukan seharian. 
  7. Sinar matahari
  8. Bantuan dari sinar matahari akan membantu dalam menyembuhkan bayi yang kuning dan juga pilek atau batuk. Caranya adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari (sebelum pukul 10 pagi). Biarkan dadanya terpapar sinar matahari kemudian punggung disertai dengan mengusap ngusap dan dilakukan selama 5-10 menit. Bunda tidak perlu melepas baju bayi ketika melakukannya.
Dan yang paling penting, selalu berikan pelukan kasih sayang Bunda ya, agar si Kecil merasa aman dan nyaman

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Pure kacang hijau

Bahan: 
• 2 sdm kacang hijau (cuci sampai bersih) 
• 200 cc air 
• 50 cc asi perah atau susu formula 
Cara membuat: 
  1. Siapkan panci, rebus kacang hijau kurang lebih 20 menit dengan api sedang. Angkat. 
  2. Haluskan kacang hijau namun jangan diblender. Selanjutnya, saring supaya kulitnya tidak ikut termakan. 
  3. Tambahkan air rebusan kacang hijau dan asi perah atau susu formula supaya encer dan siap dimakan si kecil. 
Bisa disajikan untuk 1 kali makan.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

Puding Roti Pisang untuk 9-12 bln

Pisang ini kulitnya kaya akan vitamin B2, B6 dan vitamin C. Selain itu, pisang juga mengandung zat besi, magnesium, kalsium, selenium dan mineral yang sangat baik untuk bayi.
Bahan 
  • 3 lembar roti tawar gandum. 
  • 2 buah pisang ambon. 
  • 150 cc susu cair. 
  • 50 gram keju parut.
Cara membuat

  1. Hancurkan pisang hingga lembut, tambahkan roti tawar yang sudah disobek-sobek.
  2. Tambahkan susu dan keju. 
  3. Tuang ke dalam mangkuk tahan panas. Kukus selama 10-15 menit.
Untuk 2 porsi Puding roti pisang ini cocok untuk si kecil usia 9-12 bulan.

Sumber : Cusson Mum & Me Indonesia Share this article :

“ Pai Sayuran “ untuk sikecil yang berusia 1 tahun ke atas

Bahan: 
Kulit. 
  • 350 gram tepung terigu 
  • 125 gram margarin 
  • 2 butir telur 
Isi. 
  • 50 gram wortel direbus kemudian potong dadu 
  • 50 gram kacang polong beku, seduh 
  • 50 gram brokoli, dicincang halus 
  • 50 gram jamur kancing, dicincang 
  • 200 ml susu cair 
  • 50 gram keju cheddar, parut 
Cara Membuat:
  1. Campurkan semua bahan kulit, uleni hingga kalis. kemudian ratakan. Sediakan loyang pai yang sudah diolesi margarin tipis, sisihkan.
  2. Campurkan bahan isi pai secara merata 
  3. Tuang ke dalam adonan pai isi nya kemudian masukan dalam oven. masaka selama kurang lebih 20 menit / sampai matang dengan suhu180 derajat celcius. Mudahkan bun cara membuatnya. smile emotikon ( Menu ini dapat diberikan untuk si kecil yang berusia 1 tahun keatas) 
 Sumber : Cussons Mum & Me Indonesia Share this article :